Senin, 18 Juli 2016

Macam macam artikel pengukuh Iman



Bottom of Form

LDII memandang fase pra kampus merupakan fase kritis,  di mana para pemuda dan pemudi memerlukan perhatian khusus dan pembekalan yang cukup, sebelum memasuki dunia kampus. Tak hanya perihal intelegensia dan aspek teknis dalam memilih jurusan, namun pembekalan psikologis, di mana hubungan orangtua dan anak kian jauh, di sisi lain pergaulan kampus yang kompleks bisa membuat generasi muda kehilangan nilai-nilai luhur dalam keluarga dan agama.   
Syaidina Ali bin Abuthalib pernah berkata, “Barang siapa yang menghendaki dunia maka dengan ilmu. Barang  siapa menghendaki akhirat maka dengan ilmu. Dan barang siapa menghendaki keduanya (dunia dan akhirat) maka dengan ilmu”. Di era modern, di mana ilmu pengetahuan dan ilmu agama bersanding untuk menciptakan peradaban Islam yang maju, para orangtua berusaha keras menyekolahkan anaknya di universitas terbaik di Indonesia. Sayangnya, harapan orangtua tak bisa 100 persen tercapai, terkadang kehidupan kampus yang membebaskan pemikiran, menggerus akidah para generasi umat Islam.
Untuk itulah DPD LDII Depok mengusung acara pembekalan mahasiswa untuk pelajar kelas XI dan XII SMA se-Depok. Acara yang berlokasi di Yayasan Al Faqih Mandiri, Pondok Cina Beji, Depok pada Minggu (16/2) ini juga turut mengundang para mahasiswa di Jabodetabek-Banten untuk bertukar pikiran. Tercatat tidak kurang sebanyak 30 mahasiswa dari berbagai universiatas negeri, kedinasan, dan swasta seperti UI, IPB, UIN Jakarta, UNJ, STAN,  Uhamka, Gunadarma, STIAMI dsb, serta tidak kurang 100 pelajar SMA mengikuti acara ini.
Harapan penyelenggara, para mahasiswa ini dapat memberikan masukan kepada calon-calon mahasiswa tersebut tentang cara memilih jurusan sesuai minat dan bakan mereka. Selain itu para mahasiswa ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan tentang cara menghadapi pergaulan dan pendidikan di kampus.
Ratman Latief Ketua DPD LDII Depok dalam sambutannya mengingatkan kepada para pelajar SMA ini untuk giat belajar dalam mengahadapi ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri. Ratman juga menambahkan anak-anak muda muslim ini diharapkan dapat memberikan pengaruh di dunia kerja dan pemerintahan sehingga kondisi Indonesia membaik. “Sebagai seorang muslim kita harus memiliki daya saing, sehingga dapat memberikan berpengaruh bukan terpengaruh,” paparnya dengan semnagat.
Muhammad Rosyid Setiadi Koordinator Divisi Kemandirian PPG DPD LDII Kota Depok, berharap acara ini dapat dilakukan di kota-kota lainnya. Rosyid yang juga anggota  Departemen Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Seni Budaya (PKOSB) DPP LDII mengatakan sebelumnya acara serupa juga sempat dilakukan di Pondok Pesantren Sumber Barokah, Karawang 19-20 Januari 2013 lalu dan di adalakan juga di Pondok Pensantren Mahasiswa Bina Insan Mulya (PPM BIM), Jakarta Selatan bekerja sama dengan DPD LDII Jakarta Selatan di tahun yang sama. Rosyid berharap dengan adanya acara, para pemuda lebih terarah dan cita-cita LDII untuk membentuk generasi penerus yang profesional religius bukan sekadar harapan.

Peserta juga diperkenalkan komunitas-komunitas mahasiswa di lingkungan LDII seperti, Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Bogor (HPMB), Jajaran Mahasiswa Jakarta Uhamka (Jamaika), Jakarta Family (JF), Jalur Komunikasi Mahasiswa Banten (J’Kombat), Jakarta Solidarity (Josol), Jakarta UIN Community (JUINC), Persatuan Mahasiswa Tanggerang (Permata). Tidak hanya itu para pelajar ini juga dikenalkan pada dengan pondok pesantren mahasiswa yang berada di Jabodetabek, untuk meningkatkan keilmuan agama mereka seperti PPM Baitul Hikmah (Jakarta Timur), PPM Bina Insan Mulia (Jakarta Selatan), PPM Al Faqih Mandiri (Depok), serta Griya Mahasiswa Bogor. Melalui tempat dan komunitas tersebut diharapkan mahasiswa tidak hanya pintar secara akademis saja tetapi juga pintar dalam ilmu agama sehingga dapat memperoleh dunia dan akhirat.
Pada akhir sesi acara peserta dibagi atas dua kelompok IPA dan IPS untuk pengenalan secara mendetail jurusan apa saja yang ada di kedua kelompok tersebut. Bidang IPA terdiri atas teknik, petanian, psikologi, kesehatan, MIPA, serta IT. Sedangkan pada bidang IPS terdiri atas Sastra, Ekonomi, Manajemen, Hukum, FISIB, dsb. Pembagian bidang tersebut membuat peserta lebih terarah dalam memlilih bidang yang akan mereka tekuni di perguruan tinggi. Salah seorang peserta yang diwawancara LINES di akhir acara mengaku dirinya menjadi tidak buta lagi dalam memilih jurusan mengetahui prospek kerja masing-masing jurusan. (Bahrun/LDII News Networks, Foto: Nadya)
Bottom of Form

Ketika aktivis lingkungan menyerukan 3 R (reuse, reduce, recycle), Rasulullah telah memulainya di abad ke-7.  Padahal di era Rasulullah SAW kerusakan lingkungan masih minim. Inilah gaya hidup Rasulullah yang ramah lingkungan itu:
1.    Menghemat pengunaan air
Setiap hari manusia tak bisa jauh dari air. Ironisnya, air adalah zat yang mudah hilang. Terkena kotor dan najis, maka hilanglah fungsi air itu. Maka tanpa perhatian manusia, air akan hilang percuma. Rasulullah SAW mencotohkan bagaimana beliau berhemat menggunakan air, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Anas, “Sesungguhnya Rasulullah ketika berwudhu dengan 1 mud – kira-kira 1 sepertiga liter hingga 2 liter atau mandi dengan 1 sha’ sampai 5 mud.” (Hadist Bukhari No 201 dan Hadits Muslim No 325).
2.    Tidak membuang-buang makanan
Makanan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia, sepantasnyalah bila manusia tidak membuang-buang makanan. Sebagaimana yang difirmankan-Nya “… makan dan minumlah, janganlah berlebih-lebihan…” Al-A’raf: 31. Praktiknya, Rasulallah selalu menjaga keseimbangan ruang dalam perut agar terbagi kepada tiga bagian: ruang makanan, udara, dan air. Sebagaimana hadist dari Mikdam bin Ma’dikaribra yang pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas” HR. Tirmidzi dan Hakim.
3.    Gemar berjalan kaki dibanding naik kendaraan
Untuk menempuh jarak yang pendek Rasulullah lebih gemar berjalan kaki  ketimbang menggunakan kendaraan. Sebagai contoh Rasulullah mempraktikan berjalan kaki dari rumah menuju masjid, dari masjid ke pasar, serta dari pasar ke rumah-rumah sahabat dan kerabatnya. Dalam kehidupan modern berjalan kaki menghemat biaya, hemat energy, dan tentu saja baik untuk lingkungan dan kesehatan.
4.    Memperbaiki barang yang rusak (tidak langsung membuang dan membeli yang baru)
Rasulullah adalah seorang yang berhemat. Aisyah menggambarkan beliau suka menambal sandal, menambal baju, bahkan menjahit. Bahkan, bila alas tidurnya rusak, Rasulullah  menambalnya. Rasulullah SAW adalah seorang yang tidak boros dan senang berhemat.
5.    Memerintahkan menanam pohon
Rasulullah SAW bersabda: “Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab AL-Muzaro'ah (2320), dan Muslim dalam Kitab Al-Musaqoh (3950)].  
Menanam pohon dapat mendatangkan banyak manfaat. Selain buah dan berbagai khasiat dari akar hingga daun, pepohonan terbukti menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia.
6.    Melarang penebangan pohon tanpa manfaat
Nabi Muhammad melarang keras menebang pohon yang berada di padang pasir, bahkan mendoakan buruk bagi pelakunya. Sebab pepohonan di tengah padang pasir berguna bagi musafir dan hewan ternak untuk berteduh
7.    Melakukan konservasi alam
Rasulullah SAW bahkan telah melakukan konservasi alam, sebagai jalan melestarikan alam. Beliau menetapkan hima (kawasan lindung), al-harim (kawasan larangan), Ilya al mawaat (kawasan reboisasi dan perlindungan satwa liar). Sebagai contoh Rasulullah telah menetapkan daerah Naqi’ dan Khalifah Umar bin Khattab menetapkan daerah Saraf serta Rabazah sebagai daerah konservasi.
8.    Melarang perburuan satwa liar
Satwa liar merupakan elemen penting dalam keberlangsungan ekologi. Punahnya satu spesies akan memberikan dampak negatif pada jejaring makanan di alam. Kepunahan hewan seperti harimau, orangutan, elang, dan kera takakan terjadi bila umat Islam mematuhi larangan dari Rasulullah untuk mengkonsumsinya atau mengambil beberapa bagian tubuhnya untuk diperdagangkan.
9.    Melarang melakukan pencemaran lingkungan
Dari Muadz RA, Rasulullah bersabda “Takutilah tiga perkara yang menimbulkan laknat, membuang kotoran di tempat datangnya manusia, di tengah jalan, dan di tempat teduh” H.R. Abu Dawud. Rasulullah SAW meminta umat Islam membuang kotoran pada tempatnya, agar tidak mengganggu lingkungan.
·        
Sekali lagi LDII Balikpapan menggelar Festival Anak Soleh, yang bertujuan mengukur seberapa baik penyerapan kurikulum pendidikan islami. Dengan target generasi muda yang berakhlaqul karimah, memiliki kepahaman agama yang kuat, dan memiliki jiwa kemandirian.
Ribuan anak dan orang tua tumpah ruah di Asrama Haji Batakan Balikpapan, Minggu (23/2/2014) kemarin. Beberapa anak terlihat unjuk gigi memperlihatkan kemampuan dan keahliannya masing-masing, seperti adzan dan iqomat, kaligrafi, dakwah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, murottal, hafalan atau tahfidz Alquran, faroidh, sampai dengan pentas kesenian pencak silat ngibing. Para orang tua pun tak mau kalah dengan memberikan dukungan.

Anak-anak dan para orangtua ini mengikuti kegiatan yang digelar Penggerak Pembina Generus (PPG) LDII Kota Balikpapan. Kegiatan  ini merupakan acara puncak dari seluruh gelaran prestasi anak sholeh yang telah dimulai sejak satu bulan sebelumnya, dan diikuti dalam beberapa tingkat pendidikan, mulai dari usia dini, sekolah dasar (SD), hingga menengah pertama (SMP).

Dalam rangka menyiapkan generasi penerus yang alim, faqih, berakhlakul karimah serta mandiri, LDII sangat memperhatikan pembekalan yang cukup sejak dini, terutama kepahaman agama Islam, sebelum memasuki era kebebasan yang penuh godaan dan tantangan. Pasalnya, pada era ini kebebasan informasi dan pengaruh negatif lingkungan terus meningkat. Untuk itulah, pemahaman tentang pentingnya beragama Islam yang baik, menjadi jalan penting agar generasi muda tidak kehilangan nilai-nilai luhur dalam berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Walikota Balikpapan, HM Rizal Effendi SE, melalui perwakilannya menyampaikan terima kasih atas upaya LDII mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi generasi penerus bangsa. “Kegiatan ini positif dan pemerintah sangat mendukung sesuai kemampuan,” ujar perwakilan Walikota. “Kedepan acara ini supaya lebih baik lagi dan pemerintah harus memberikan apresiasinya,” tambahnya berharap.

Dalam kesempatan ini hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Drs H Saifi MPd. Menurutnya, kegiatan ini sudah lebih bagus dibanding dengan kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja ia berharap perlu ditambahkan materi mengenai pentingnya bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).

“Ya, (dengan) lomba menulis tentang bahaya narkoba (misalnya), yang nantinya juga bisa mengetahui sampai dimana mereka paham dan mengetahui bahaya narkoba tersebut,” ujar Drs Saifi memberi pemisalan. “Syukur-syukur ditambahi dengan dalil-dalil dari Alquran dan Alhadis yang dipelajari di lembaga ini,” ujarnya menambahkan.

Kepala Kantor Kemenag ini juga berharap agar kegiatan tersebut tidak berhenti sampai di tingkat kota saja, tetapi juga sampai di tingkat wilayah hingga nasional. Ia memandang perlunya memberikan motivasi yang terus berkesinambungan, agar prestasi anak didik tidak berhenti sampai di kegiatan ini saja. “Bangun karakter mereka, insya Allah lomba-lomba ini menjadi salah satu jalan terbangunnya karakter mereka,” harap H Saifi.

Sementara itu Ketua DPD LDII Balikpapan, H Abdul Rahman Zain SE, sangat bersyukur atas keberhasilan gelaran prestasi anak sholeh tahun ini. Ia pun tak lupa menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang turut membantu jalannya kegiatan.
“Terima kasih atas upaya dan dukungan dari pemerintah kota Balikpapan, Kantor Kemenag, Danlanud, Danlanal, dan dari Kepolisian serta pihak-pihak yang telah mendukung kelancaran sehingga terselenggaranya acara ini,”terangnya. (Zain/LINES)



Bottom of Form

LDII memandang fase pra kampus merupakan fase kritis,  di mana para pemuda dan pemudi memerlukan perhatian khusus dan pembekalan yang cukup, sebelum memasuki dunia kampus. Tak hanya perihal intelegensia dan aspek teknis dalam memilih jurusan, namun pembekalan psikologis, di mana hubungan orangtua dan anak kian jauh, di sisi lain pergaulan kampus yang kompleks bisa membuat generasi muda kehilangan nilai-nilai luhur dalam keluarga dan agama.   
Syaidina Ali bin Abuthalib pernah berkata, “Barang siapa yang menghendaki dunia maka dengan ilmu. Barang  siapa menghendaki akhirat maka dengan ilmu. Dan barang siapa menghendaki keduanya (dunia dan akhirat) maka dengan ilmu”. Di era modern, di mana ilmu pengetahuan dan ilmu agama bersanding untuk menciptakan peradaban Islam yang maju, para orangtua berusaha keras menyekolahkan anaknya di universitas terbaik di Indonesia. Sayangnya, harapan orangtua tak bisa 100 persen tercapai, terkadang kehidupan kampus yang membebaskan pemikiran, menggerus akidah para generasi umat Islam.
Untuk itulah DPD LDII Depok mengusung acara pembekalan mahasiswa untuk pelajar kelas XI dan XII SMA se-Depok. Acara yang berlokasi di Yayasan Al Faqih Mandiri, Pondok Cina Beji, Depok pada Minggu (16/2) ini juga turut mengundang para mahasiswa di Jabodetabek-Banten untuk bertukar pikiran. Tercatat tidak kurang sebanyak 30 mahasiswa dari berbagai universiatas negeri, kedinasan, dan swasta seperti UI, IPB, UIN Jakarta, UNJ, STAN,  Uhamka, Gunadarma, STIAMI dsb, serta tidak kurang 100 pelajar SMA mengikuti acara ini.
Harapan penyelenggara, para mahasiswa ini dapat memberikan masukan kepada calon-calon mahasiswa tersebut tentang cara memilih jurusan sesuai minat dan bakan mereka. Selain itu para mahasiswa ini juga diharapkan dapat memberikan wawasan tentang cara menghadapi pergaulan dan pendidikan di kampus.

Ratman Latief Ketua DPD LDII Depok dalam sambutannya mengingatkan kepada para pelajar SMA ini untuk giat belajar dalam mengahadapi ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi negeri. Ratman juga menambahkan anak-anak muda muslim ini diharapkan dapat memberikan pengaruh di dunia kerja dan pemerintahan sehingga kondisi Indonesia membaik. “Sebagai seorang muslim kita harus memiliki daya saing, sehingga dapat memberikan berpengaruh bukan terpengaruh,” paparnya dengan semnagat.
Muhammad Rosyid Setiadi Koordinator Divisi Kemandirian PPG DPD LDII Kota Depok, berharap acara ini dapat dilakukan di kota-kota lainnya. Rosyid yang juga anggota  Departemen Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Seni Budaya (PKOSB) DPP LDII mengatakan sebelumnya acara serupa juga sempat dilakukan di Pondok Pesantren Sumber Barokah, Karawang 19-20 Januari 2013 lalu dan di adalakan juga di Pondok Pensantren Mahasiswa Bina Insan Mulya (PPM BIM), Jakarta Selatan bekerja sama dengan DPD LDII Jakarta Selatan di tahun yang sama. Rosyid berharap dengan adanya acara, para pemuda lebih terarah dan cita-cita LDII untuk membentuk generasi penerus yang profesional religius bukan sekadar harapan.

Peserta juga diperkenalkan komunitas-komunitas mahasiswa di lingkungan LDII seperti, Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Bogor (HPMB), Jajaran Mahasiswa Jakarta Uhamka (Jamaika), Jakarta Family (JF), Jalur Komunikasi Mahasiswa Banten (J’Kombat), Jakarta Solidarity (Josol), Jakarta UIN Community (JUINC), Persatuan Mahasiswa Tanggerang (Permata). Tidak hanya itu para pelajar ini juga dikenalkan pada dengan pondok pesantren mahasiswa yang berada di Jabodetabek, untuk meningkatkan keilmuan agama mereka seperti PPM Baitul Hikmah (Jakarta Timur), PPM Bina Insan Mulia (Jakarta Selatan), PPM Al Faqih Mandiri (Depok), serta Griya Mahasiswa Bogor. Melalui tempat dan komunitas tersebut diharapkan mahasiswa tidak hanya pintar secara akademis saja tetapi juga pintar dalam ilmu agama sehingga dapat memperoleh dunia dan akhirat.
Pada akhir sesi acara peserta dibagi atas dua kelompok IPA dan IPS untuk pengenalan secara mendetail jurusan apa saja yang ada di kedua kelompok tersebut. Bidang IPA terdiri atas teknik, petanian, psikologi, kesehatan, MIPA, serta IT. Sedangkan pada bidang IPS terdiri atas Sastra, Ekonomi, Manajemen, Hukum, FISIB, dsb. Pembagian bidang tersebut membuat peserta lebih terarah dalam memlilih bidang yang akan mereka tekuni di perguruan tinggi. Salah seorang peserta yang diwawancara LINES di akhir acara mengaku dirinya menjadi tidak buta lagi dalam memilih jurusan mengetahui prospek kerja masing-masing jurusan. (Bahrun/LDII News Networks, Foto: Nadya)
Bottom of Form
penebangan-liar
Ketika aktivis lingkungan menyerukan 3 R (reuse, reduce, recycle), Rasulullah telah memulainya di abad ke-7.  Padahal di era Rasulullah SAW kerusakan lingkungan masih minim. Inilah gaya hidup Rasulullah yang ramah lingkungan itu:
1.    Menghemat pengunaan air
Setiap hari manusia tak bisa jauh dari air. Ironisnya, air adalah zat yang mudah hilang. Terkena kotor dan najis, maka hilanglah fungsi air itu. Maka tanpa perhatian manusia, air akan hilang percuma. Rasulullah SAW mencotohkan bagaimana beliau berhemat menggunakan air, sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Anas, “Sesungguhnya Rasulullah ketika berwudhu dengan 1 mud – kira-kira 1 sepertiga liter hingga 2 liter atau mandi dengan 1 sha’ sampai 5 mud.” (Hadist Bukhari No 201 dan Hadits Muslim No 325).
2.    Tidak membuang-buang makanan
Makanan dan minum merupakan kebutuhan pokok manusia, sepantasnyalah bila manusia tidak membuang-buang makanan. Sebagaimana yang difirmankan-Nya “… makan dan minumlah, janganlah berlebih-lebihan…” Al-A’raf: 31. Praktiknya, Rasulallah selalu menjaga keseimbangan ruang dalam perut agar terbagi kepada tiga bagian: ruang makanan, udara, dan air. Sebagaimana hadist dari Mikdam bin Ma’dikaribra yang pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Tiada memenuhi anak Adam suatu tempat yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah untuk anak Adam itu beberapa suap yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada cara lain, maka sepertiga (dari perutnya) untuk makanannya, sepertiga lagi untuk minuman dan sepertiganya lagi untuk bernafas” HR. Tirmidzi dan Hakim.
3.    Gemar berjalan kaki dibanding naik kendaraan
Untuk menempuh jarak yang pendek Rasulullah lebih gemar berjalan kaki  ketimbang menggunakan kendaraan. Sebagai contoh Rasulullah mempraktikan berjalan kaki dari rumah menuju masjid, dari masjid ke pasar, serta dari pasar ke rumah-rumah sahabat dan kerabatnya. Dalam kehidupan modern berjalan kaki menghemat biaya, hemat energy, dan tentu saja baik untuk lingkungan dan kesehatan.
4.    Memperbaiki barang yang rusak (tidak langsung membuang dan membeli yang baru)
Rasulullah adalah seorang yang berhemat. Aisyah menggambarkan beliau suka menambal sandal, menambal baju, bahkan menjahit. Bahkan, bila alas tidurnya rusak, Rasulullah  menambalnya. Rasulullah SAW adalah seorang yang tidak boros dan senang berhemat.
5.    Memerintahkan menanam pohon
Rasulullah SAW bersabda: “Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab AL-Muzaro'ah (2320), dan Muslim dalam Kitab Al-Musaqoh (3950)].  
Menanam pohon dapat mendatangkan banyak manfaat. Selain buah dan berbagai khasiat dari akar hingga daun, pepohonan terbukti menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia.
6.    Melarang penebangan pohon tanpa manfaat
Nabi Muhammad melarang keras menebang pohon yang berada di padang pasir, bahkan mendoakan buruk bagi pelakunya. Sebab pepohonan di tengah padang pasir berguna bagi musafir dan hewan ternak untuk berteduh
7.    Melakukan konservasi alam
Rasulullah SAW bahkan telah melakukan konservasi alam, sebagai jalan melestarikan alam. Beliau menetapkan hima (kawasan lindung), al-harim (kawasan larangan), Ilya al mawaat (kawasan reboisasi dan perlindungan satwa liar). Sebagai contoh Rasulullah telah menetapkan daerah Naqi’ dan Khalifah Umar bin Khattab menetapkan daerah Saraf serta Rabazah sebagai daerah konservasi.
8.    Melarang perburuan satwa liar
Satwa liar merupakan elemen penting dalam keberlangsungan ekologi. Punahnya satu spesies akan memberikan dampak negatif pada jejaring makanan di alam. Kepunahan hewan seperti harimau, orangutan, elang, dan kera takakan terjadi bila umat Islam mematuhi larangan dari Rasulullah untuk mengkonsumsinya atau mengambil beberapa bagian tubuhnya untuk diperdagangkan.
9.    Melarang melakukan pencemaran lingkungan
Dari Muadz RA, Rasulullah bersabda “Takutilah tiga perkara yang menimbulkan laknat, membuang kotoran di tempat datangnya manusia, di tengah jalan, dan di tempat teduh” H.R. Abu Dawud. Rasulullah SAW meminta umat Islam membuang kotoran pada tempatnya, agar tidak mengganggu lingkungan.
·         Senin, 24 Februari 2014 05:08
·         Kategori: Berita Daerah
·         Dilihat: 341
·         Cetak
·         Email
Penilaian: http://www.ldii.or.id/media/system/images/rating_star.pnghttp://www.ldii.or.id/media/system/images/rating_star.pnghttp://www.ldii.or.id/media/system/images/rating_star.pnghttp://www.ldii.or.id/media/system/images/rating_star.pnghttp://www.ldii.or.id/media/system/images/rating_star.png / 11 
Top of Form
TerburukTerbaik 
Bottom of Form
ldii-balikpapan
Sekali lagi LDII Balikpapan menggelar Festival Anak Soleh, yang bertujuan mengukur seberapa baik penyerapan kurikulum pendidikan islami. Dengan target generasi muda yang berakhlaqul karimah, memiliki kepahaman agama yang kuat, dan memiliki jiwa kemandirian.
Ribuan anak dan orang tua tumpah ruah di Asrama Haji Batakan Balikpapan, Minggu (23/2/2014) kemarin. Beberapa anak terlihat unjuk gigi memperlihatkan kemampuan dan keahliannya masing-masing, seperti adzan dan iqomat, kaligrafi, dakwah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, murottal, hafalan atau tahfidz Alquran, faroidh, sampai dengan pentas kesenian pencak silat ngibing. Para orang tua pun tak mau kalah dengan memberikan dukungan.

Anak-anak dan para orangtua ini mengikuti kegiatan yang digelar Penggerak Pembina Generus (PPG) LDII Kota Balikpapan. Kegiatan  ini merupakan acara puncak dari seluruh gelaran prestasi anak sholeh yang telah dimulai sejak satu bulan sebelumnya, dan diikuti dalam beberapa tingkat pendidikan, mulai dari usia dini, sekolah dasar (SD), hingga menengah pertama (SMP).
ldii-fas-balikpapan
Dalam rangka menyiapkan generasi penerus yang alim, faqih, berakhlakul karimah serta mandiri, LDII sangat memperhatikan pembekalan yang cukup sejak dini, terutama kepahaman agama Islam, sebelum memasuki era kebebasan yang penuh godaan dan tantangan. Pasalnya, pada era ini kebebasan informasi dan pengaruh negatif lingkungan terus meningkat. Untuk itulah, pemahaman tentang pentingnya beragama Islam yang baik, menjadi jalan penting agar generasi muda tidak kehilangan nilai-nilai luhur dalam berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Walikota Balikpapan, HM Rizal Effendi SE, melalui perwakilannya menyampaikan terima kasih atas upaya LDII mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi generasi penerus bangsa. “Kegiatan ini positif dan pemerintah sangat mendukung sesuai kemampuan,” ujar perwakilan Walikota. “Kedepan acara ini supaya lebih baik lagi dan pemerintah harus memberikan apresiasinya,” tambahnya berharap.

Dalam kesempatan ini hadir Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Balikpapan, Drs H Saifi MPd. Menurutnya, kegiatan ini sudah lebih bagus dibanding dengan kegiatan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja ia berharap perlu ditambahkan materi mengenai pentingnya bahaya narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba).
ldii-anak-soleh-balikpapan
“Ya, (dengan) lomba menulis tentang bahaya narkoba (misalnya), yang nantinya juga bisa mengetahui sampai dimana mereka paham dan mengetahui bahaya narkoba tersebut,” ujar Drs Saifi memberi pemisalan. “Syukur-syukur ditambahi dengan dalil-dalil dari Alquran dan Alhadis yang dipelajari di lembaga ini,” ujarnya menambahkan.

Kepala Kantor Kemenag ini juga berharap agar kegiatan tersebut tidak berhenti sampai di tingkat kota saja, tetapi juga sampai di tingkat wilayah hingga nasional. Ia memandang perlunya memberikan motivasi yang terus berkesinambungan, agar prestasi anak didik tidak berhenti sampai di kegiatan ini saja. “Bangun karakter mereka, insya Allah lomba-lomba ini menjadi salah satu jalan terbangunnya karakter mereka,” harap H Saifi.

Sementara itu Ketua DPD LDII Balikpapan, H Abdul Rahman Zain SE, sangat bersyukur atas keberhasilan gelaran prestasi anak sholeh tahun ini. Ia pun tak lupa menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang turut membantu jalannya kegiatan.
“Terima kasih atas upaya dan dukungan dari pemerintah kota Balikpapan, Kantor Kemenag, Danlanud, Danlanal, dan dari Kepolisian serta pihak-pihak yang telah mendukung kelancaran sehingga terselenggaranya acara ini,”terangnya. (Zain/LINES)

Drama ala anak SMA



Tokoh :
Situm (Agita)              : - Pengadu Domba
                                      - Menang Sendiri
                                      - Curang/Licik
Junem (Bayu)              : - Gampang terpengaruh omongan orang lain
                                      - Tidak teguh pendirian

Siti (Jesslyn)                : - Gampang terpengaruh omongan oang lain
                                      - Tidak teguh pendirian

Runtah (Ayu)              : - Baik
                                      - Bijaksana


ADU DOMBA

PROLOG

       Suatu pagi menunjukan pukul 07.00. Semua siswa SMA BINA TUNAS masuk ke kelas masing-masing termasuk Junem dan Siti.

Junem  (Bayu)             : “Hei Siti,tunggu aku !” (sambil berteriak)
Siti       (Jesslyn)          : “Iya, ayo dong cepet keburu ada guru masuk.”
Situm   (Agita)             : “Hai dua sijoli. Haha”
            Junem dan Siti mengikuti mata pelajaran dari awal sampai bel istirahat berbunyi. Situm menghampiri Junem yang sedang duduk sendirian didepan kelas.
Situm   (Agita)             : “Nem nemenin aku ke kanti yuk? Laper nih..”
Junem  (Bayu)             : “Kamu nggak langsung pulang?”
Situn    (Agita)             : “Enggak, ayo dong temenin, ada hal penting yang mau aku omongin
                                                   ke kamu. “
Junem  (Bayu)             : “Hal penting apa emang?”
Situm   (Agita)            : “Udah ayo ke kantin dulu!” (Menarik tangan Junem dan menuju ke        kantin)
Junem  (Bayu)             : “Sebenarnya kamu mau ngomong apa sih tum?”
situm   (Agita)             : “Sabar dong aku mau pesen makan dulu,laper nih. Kamu mau pesen                                    juga nggak?”
Junem  (Bayu)             : “Ah nggak usah. Ayo sih kasih tau aku.”
Situm   (Agita)             : “Yaudah, gini loh kemarin aku liat pacar kamu sama siti. Jangan-   jangan temen kamu itu suka sama pacar kamu itu.”
Junem  (Bayu)             : “Ah nggak mungkin ! Selama ini  kita udah berteman lama. Jadi mana mungkin si siti berbuat seperti itu.”
Situm   (Agita)             : “Yaudah terserah kamu kalo nggak percaya.”(sambil meninggalkan junem)

            Akhirnya si Situm pun bergegas pergi meninggalkan Junem untuk menemui Siti yang sedang berada di perpustakaan.

Situm   (Agita)             : “Hei siti, lagi ngapain kamu?” (menghampiri Siti)
Siti       (Jesslyn)          : “Eh kamu tum, ada apa? Lagi baca-baca buku nih. Tumben ke perpustakaan? “
Situm   (Agita)             : “Nggak ada apa-apa,Cuma pengin kesini aja. Ada hal penting yang mau aku omongin ke kamu.”
Siti       (Jesslyn)          : “Emang apaan? Kok serius amat?”
Situm   (Agita)             : “Gini loh sit,kemarin aku liat pacar kamu sama si Junem loh. Kayanya sih mereka akrab banget.”
Siti       (Jesslyn)          : “Ah mana mungkin si Junem kaya gitu, kayanya nggak mungkin deh. Aku sama Junem tuh udah berteman lama, jadi nggak mungkin dia seperti itu.”
Situm   (Agita)             : “Ya udah deh terserah kamu aja. Aku kan cuman mau nyampein berita ini.” (sambil meninggalkan Siti)

Akhirnya si Siti bergegas pergi untuk mencari Junem. Tanpa di sengaja mereka bertemu di depan kelas dan terjadilan pertengkaran kecil dan tiba-tiba si Runtah datang untuk menenangkan Junem dan Siti.

Junem  (Bayu)             : “Eh kebetulan kita ketemu. Langsung aja deh, maksud kamu apa sih  kemarin jalan bareng sama pacar aku? “
Siti       (Jesslyn)          : “Hei seharusnya aku yang tanya kaya gitu ke kamu. Aku denger dari si Situm katanya kemarin kamu jalan bareng sama pacar aku.”
Junem  (Bayu)             : “Situm? Sama dong aku juga denger berita ini dari Situm. Tapi nggak mungkin si Situm bohong sama aku. Udah deh sekarang kamu jujur aja !”
Siti       (Jesslyn)          : “Biasa aja dong, nggak usah nyolot gitu !”
Runtah            (Ayu)              : “Hei sudah-sudah nggak usah bertengkar. Kenapa kalian ribut-ribut di depan kelas sih ? ada masalah apa?”
Junem  (Bayu)             : “Gini, kata si Situm kemarin Siti jalan sama pacar aku.”
Runtah            (Ayu)              : “Bener gitu ti??”
Siti       (Jesslyn)          : “Enggak kok tah, semua itu nggak bener. Malah aku denger dari Situm katanya Junem jalan sama pacar aku.”
Runtah            (Ayu)               : “Oh gitu. Terus kalian percaya aja gitu sama si Situm? Stum itu Cuma ingin mengadu domba kalian. Kalian kan udah berteman lama, mana mungkin salah satu kalian tega berbuat seperti itu? Lagian buat apa sih bertengkar Cuma gara-gara masalah pacar. Sekarang kalian baikan saja dari pada bertengkar terus.”
Junem  (Bayu)             : “Ya udah maafin aku ya ti. Maaf aku udah berburuk sangka sama kamu.” (sambil mengulurkan tangan)
Siti       (Jesslyn)          : “Iya aku juga minta maaf ya nem. Aku janji nggak akan gampang percaya sama orang yang belum pasti kebenarannya.”
Runtah            (Ayu)               : “Nah gitu dong yang akur, mulai sekarang nggak usah bertengkar lagi.”

            Akhirnya merekapun saling berjabat tangan untuk saling meminta maaf. Tiba-tiba Situm datang menghampiri mereka bertiga.

Situm   (Agita)             : “Hai. Kayanya seru nih. Lagi bahas apaan sih??”
Runtah            (Ayu)               : “Tum.. mending kamu minta maaf deh sama Siti dan Junem. Kita udah tau kok kalo kamu mau mengadu domba mereka. Mending kamu sadar atas perbuatan kamu itu. Perbuatan kamu itu udah buat orang bertengkar.”
Situm   (Agita)             : “Iya aku minta maaf. Aku sadar kalo perbuatanku ini sangat tidak bagus untuk di tiru.Lagian kalian deket banget si akukan jadi iri. Sekali lagi aku minta maaf ya?”
Siti + Junem                : “Iya nggak papa kok tum. Kita maafin kamu,jangan di ulangin lagi ya?”
Situm                           : “Makasih banyak ya.”

            Akhirnya merekapun akur dan saling bertukar fikiran agar tidak ada yang di tutup-tutupi lagi.